Ekbis, News  

Selama Tahun 2023, Aceh Alami Inflasi 0,09 Persen

BANDA ACEH | PIKIRANMADANI.com — Kepala Badan Pusat Statistik Aceh, Dr. Ahmadriswan Nasution S.Si, MT melaporkan selama tahun 2023 Aceh mengalami inflasi sebesar 1,53 persen secara year on year (y-on-y).

Selama bulan desember 2023, Aceh juga mengalami inflasi sebesar 0,09 persen secara month to month (m-to-m). Informasi ini merupakan gabungan 3 kota di Aceh, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe dan Meulaboh, tuturnya, Rabu (3/1/2024).

Adapun beberapa komoditas yang memiliki andil dominan terhadap inflasi m-to-m, diantaranya angkutan udara sebesar 0,10 persen, bawang merah sebesar 0,08 persen, emas perhiasan sebesar 0,05 persen, beras sebesar 0,04 persen, nasi dengan lauk, bayam, kangkung, jeruk, dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,03 persen, dan gula pasir sebesar 0,02 persen, katanya kepada awak media.

Sementara itu, komoditas yang memiliki andil dominan terhadap deflasi, antara lain: cabai merah sebesar 0,17 persen, ikan tongkol atau ikan ambu-ambu sebesar 0,09 persen, ikan dencis sebesar 0,07 persen, cumi-cumi sebesar 0,04 persen, ikan rambe sebesar 0,02 persen, cabai rawit, ikan asin teri, jeruk nipis atau limau, kentang, dan ikan mujair masing-masing sebesar 0,01 persen.

Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya hampir seluruh indeks harga kelompok pengeluaran. Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi y-on-y pada Desember 2023, diantaranya beras, rokok kretek filter, cabai merah, emas perhiasan, nasi dengan lauk, mobil, gula pasir, pisang, obat dengan resep, dan bawang putih, pungkasnya.

Sementara komoditas memberikan andil deflasi y-on-y, diantaranya ikan tongkol/ikan ambu-ambu, ikan dencis, ikan kembung, daging ayam ras, cumi-cumi, udang basah, telur ayam ras, ikan rambe, bahan bakar rumah tangga dan angkutan udara.

Dari 3 kota pengumpulan data Indeks Harga Konsumen (IHK) di Aceh, inflasi y-on-y Kota Meulaboh sebesar 1,42 persen, Kota Banda Aceh sebesar 1,53 persen dan Kota Lhokseumawe sebesar 1,56 persen, jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *