Realitas Generasi Lemah, Tgk Sirajuddin Minta Para Orangtua Jaga Pola Asuh Anak

BANDA ACEH | PIKIRANMADANI.COM — Pimpinan Dayah Kamsatu Anwar, Tgk Sirajuddin Saman mempertanyakan bagaimana pola orang tua saat ini dalam mengajarkan kedisiplinan kepada anaknya dalam menjaga shalat, tandasnya saat mengisi Kajian Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Warkop Garuda, Banda Aceh, Kamis (10/8/23).

Menurutnya, “orang tua sekarang minim melakukannya, melainkan lebih memperhatikan jajan untuk anak. Sayangnya lagi, orang tua terkadang jarang memperhatikan kehalalan nafkah yang dibawa pulang ke rumahnya”, sesalnya.

Tgk Sirajuddin mengungkapkan, kondisi pemuda banyak lemah dari segi ibadah. Hal ini terlihat dari jamaah Jumat di masjid daerah perkambungan, jumlah pemuda hadir ke masjid sedikit, tidak sebanding jumlah mereka sebenarnya. Anak muda lebih banyak menghabiskan waktu di warung kopi.

“Jika generasi muda tidak berkarya untuk masa depan, menggantungkan diri kepada orang tua, kalau sang ayah berpulang kepada Allah tanpa meninggalkan harta yang banyak, apa yang bisa dilakukan oleh anak muda itu,” ujarnya dengan nada bertanya.

Ketika satu daerah orang yang meninggalkan shalat sudah banyak, dikhawatirkan Allah akan menurunkan bala.

Misalnya, Allah mengurangi curah hujan dalam setahun sehingga banyak pohon mati, melambungnya harga pangan, pemimpin di gampong hanya memikirkan kesejahteraan dirinya sendiri.

“Ketika allah menurunkan bala, sama rata (merasakannya). Ketika ibadah lemah, maksiat pasti muncul.” pungkasnya.

Tgk Sirajuddin juga menerangkan bahwa kelemahan ilmu begitu berbahaya. Misalnya, saat mengambil hasil alam tanpa ilmu menyebabkan kerusakan alam sehingga terjadi banjir bandang.

Jika tidak dibekali ilmu, maka masyarakat Aceh akan menjadi budak di negeri sendiri.

Budaya membaca dinilai tidak sampai lima Aceh. Sementara kejayaan Islam pada masa Rasulullah dan sahabat hebatnya karena ilmu.

Terakhir, kelemahan ekonomi yang bisa disebabkan rendahnya semangat kerja. Kemiskinan tidak boleh dikembalikan kepada hakikat.

Ada tiga pihak yang bertanggung jawab terhadap kelemahan-kelemahan tersebut yakni pemerintah, orang tua, dan masyarakat. Kemungkaran dapat dicegah dengan kekuasaan.

Tgk Sirajuddin mengapresiasi Surat Edaran Pj Gubernur Aceh tentang Penguatan dan Peningkatan Pelaksanaan Syariat Islam Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Masyarakat di Aceh.

“Bila penduduk suatu negeri beriman maka Allah akan menurunkan rahmat-Nya,” paparnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *