Irawan Abdullah sebut Ada Banyak Bangunan Terbengkalai di Kota Sabang

BANDA ACEH | PIKIRANMADANI.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) 1 DPRA menemukan sejumlah proyek terbengkalai atau tidak dilanjutkan penyelesaiannya di Tahun 2023.

“Hasil dari kunjungan pertama ini ditemukan pekerjaan proyek yang terbengkalai atau tidak dilanjutkan penyelesaiannya di Tahun 2023 ini, sehingga bangunan tersebut tidak fungsional sama sekali,” kata ketua Pansus Tgk. H. Irawan Abdullah, kemarin.

Temuan ini setelah Pansus 1 DPRA melakukan kunjungan ke beberapa daerah di kawasan Kota Banda Aceh dan Aceh Besar yang merupakan Daerah Pemilihan (Dapil) 1 DPRA ini. Agenda peninjauan dilaksanakan sejak Sabtu tanggal 10 Juni sampai dengan Kamis 15 Juni 2023.

Pansus Dapil 1 DPRA Tahun 2023 sedianya dipimpin Tgk. H. Irawan Abdullah, S.Ag sebagai Ketua, Sulaiman, SE sebagai Wakil Ketua, Muchlis Zulkifli, ST sebagai Bendahara. Dan Anggota H.T Ibrahim, ST.,MM, Darwati A. Gani, H. Azhar MJ Roment, Saifuddin Yahya, Ansari Muhammad S.Pt, M.Si, Drs. H. Abdurrahman Ahmad, Tezar Azwar, Teuku Irwan Djohan, ST.

Selanjutnya, pada kegiatan hari kedua dilanjutkan ke Sabang, tepatnya ke Pantai Gapang. Disitu ditemukan aspal jalan yang belum selesai 100%, dan beberapa fasilitas seperti jembatan yang putus.

Dewan menilai banyak fasilitas menganggur, mungkin kurangnya promosi wisata, sehingga hanya terlihat beberapa WNA saja yang sedang menikmati keindahan pantai dan diving.

Selanjutnya tim melanjutkan kunjungan ke SLB Negeri 2 dan SMA Negeri 2 Kota Sabang. Pimpinan dan Anggota Pansus langsung menerima laporan dari guru-guru sekolah, terkait rekomendasi pengadaan meubiler seperti kursi untuk murid-murid SMA Negeri 2.

Kebutuhan ini mulai mendesak karena setiap tahun ajaran baru jumlah murid selalu saja bertambah. Sementara untuk kondisi interior dan eksterior bangunan sekolah sudah jauh lebih baik setelah renevosi di tahun anggaran 2023 ini.

Dalam pertemuan ini Pj. Walikota Sabang Reza Fahlevi memberi masukan kepada Tim Pansus Dapil 1 DPRA untuk memberi rekomendasi agar fasilitas wisata ditingkatkan, demikian juga dengan peningkatan kualitas SDM di bidang Wisata, Reza Fahlevi juga berharap Pansus Dapil 1 DPRA mendukung penuh terkait payung hukum yang dibutuhkan Walikota dan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dalam hal upaya meningkatkan perekonomian Masyarakat Sabang dan PAD Aceh.

“Setali tiga uang” tidak ada bedanya dengan tim BPKS yang datang menemui Tim Pansus Dapil 1 DPRA di malam harinya.

BPKS menjelaskan memang banyak pekerjaan BPKS dimasa lalu yang “mangkrak” sampai dengan tahun lalu. Tahun ini sedang diselesaikan. Ada yang sudah selesai ada juga yang BPKS masih perjuangkan diantaranya terkait sengketa lahan dan aturan tata ruang di KKP.

BPKS menyampaikan kepada tim Pansus Dapil 1 DPRA. Ada 3 hal yang sedang berjalan positif, Pertama terkait tren kunjungan wisata yang meningkat di masa-masa hari libur;

Kedua kerjasama Aceh dengan India yang saat ini sudah masuk keranah kementerian RI dan sedang disiapkan BPKS terkait payung hukum nya. BPKS juga berharap Pansus DAPIL 1 DPRA bersedia menggunakan koneksinya ke “pusat” agar Kementerian bersedia mempercepat proses payung hukum ini selesai.

Kegiatan hari ketiga, tim Pansus Dapil 1 DPRA melihat progress pembangunan Rumah Sakit Kota Sabang yang “mangkrak”. Tapi sebelumnya Tim Pansus mengawali kunjungan ke Rumah Sakit Tipe C yang lama. Pimpinan Rumkit menyambut langsung Tim Pansus Dapil 1 DPRA. Dalam kunjungan ini, Pansus Dapil 1 DPRA mendapat informasi tentang kurangnya SDM Kesehatan yang berstatus PNS.

Tim Pansus Dapil 1 DPRA juga meninjau bangunan Rumah Sakit yang baru dan menemukan semak belukar tumbuh disekitar bangunan. Pimpinan Rumkit menerangkan beberapa fasilitas kesehatan yang belum tersedia sehingga bangunan ini belum dapat digunakan sebagaimana fungsinya rumah sakit, diantaranya lift, alat medis, dan hal penting lainnya.

“Semoga dengan kunjungan Bapak Ibu Pansus Dapil 1 DPRA ini dapat memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Aceh agar masyarakat Aceh khususnya yang berada di Kota Sabang bisa segera menikmati layanan kesehatan disini.” ujar Dirut Rumkit.

Usai memeriksa calon Rumah Sakit “baru” Kota Sabang tersebut, tim Pansus Dapil 1 DPRA melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Balohan untuk kembali ke Kota Banda Aceh, pada kesempatan ini Tim Pansus melihat ambulan untuk Pasien Rumah Sakit yang dirujuk ke Banda Aceh.

Setibanya di Pelabuhan Ule lhee, Tim Pansus Dapil 1 DPRA melanjutkan perjalanan “terakhir” ke Museum Tsunami Aceh. Disini Tim Pansus menemukan beberapa modernisasi alat peraga interaktif untuk Tamu dan videotron dimana semua alat berfungsi sebagaimana mestinya.

Ada beberapa inovasi pengelola Museum Tsunami yang sedang dilaksanakan, diantaranya pemanfaatan lahan kosong dipuncak Gedung Museum. Dan akan selesai dalam waktu dekat jika pengelola Gedung Museum menemukan pihak yang bersedia mengelola (sewa) fasilitas tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *