DPRA Minta Pemerintah Pusat Segera Bangun Venue PON Pakai APBN

BANDA ACEH | PIKIRANMADANI.com — Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), M. Rizal Fahlevi meminta Pemerintah Pusat agar segera melakukan pembangunan baru untuk venue Pekan Olahraga Nasional (PON) di Aceh.

Menurutnya, hingga saat ini, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) masih terus berkomitmen untuk menolak Aceh menjadi tuan rumah PON XXI jika gedung atau venue hanya berstatus rehab, tandasnya.

Rizal mengungkapkan, “Kita DPRA komit bahwa kalau venue hanya rehab, tidak usah ada PON di Aceh,” tegas Ketua Komisi V DPRA, M. Rizal Falevi Kirani, di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin, Banda Aceh, Kamis (8/8/23).

Ia menjelaskan, kegiatan nasional seperti event PON yang menjadi hajatan perhelatan olahraga tingkat nasional itu sudah seharusnya meninggalkan legacy untuk Aceh, hal ini juga serupa dengan provinsi-provinsi lain yang pernah menjadi tuan rumah PON, tuturnya.

Ia menilai, Latar belakang inilah yang menurut DPRA patut diperjuangkan agar tidak ada anak tiri dan kandung bagi Aceh saat menjadi tuan rumah PON XXI. “Provinsi lain semua dibangun, kenapa kita tidak?”, sesalnya.

Seperti diketahui, PON XXI akan dilaksanakan di Aceh dan Sumatera Utara pada 8-30 September 2024 mendatang. Dengan jadwal yang kian dekat tersebut, pihak DPRA berharap pemerintah pusat secepat mungkin memikirkan untuk melaksanakan pembangunan venue PON di Aceh sebagai tuan rumah.

“Jadi bukan rehab, yang rehab-rehab, tetapi yang bangun baru harus tetap ada. Paling tidak ada tiga atau lima bahkan lebih daripada itu ada venue yang dibangun menggunakan uang total dari APBN, bukan menggunakan dana APBA. APBA tidak ada uang untuk buat PON,” kata Fahlevi Kirani.

Fahlevi juga mengakui, pihaknya sudah melakukan pembicaraan serius dengan eksekutif terkait nasib Aceh sebagai tuan rumah PON XXI. Pihaknya juga sudah menggelar rapat dengan PB-PON XXI terkait pembangunan venue baru di Aceh. “Dalam waktu dekat kita akan panggil PB PON untuk mempertanyakan sejauh mana follow up hasil pertemuan tersebut,” pungkas Fahlevi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *